Thursday, December 4, 2008

Hidup Penuh Kesimbangan

Halo fren..
Tenang.. aku masih aktif dan semangat..! Awal bulan yang kebetulan akhir tahun memang agak sibuk.. tapi komunikasi tetap jalan..
Wah.. makin seru ya diskusi dan opininya.. makin berbobot. Siplah.. jadi nggak usah ngundang pembicaranya, cukup pembaca bukunya yang crita..

Bicara tentang kehidupan dengan segala keinginanan, harapan dan cita-citanya.. Mungkin semua orang merasakan hal yang sama. Semuanya tergantung bagaimana kita menyikapi hidup kita. Apakah kita gigih, biasa, nrimo, atau selalu mendapatkan keuntungan alias selalu dekat dengan kegagalan.. Semuanya misteri. Dan misteri itu adalah takdir kita..
Wajar to kalo orang miskin pengin kaya, dan orang kaya pengin mempertahankan kekayaannya bahkan kalo bisa tambah.. Menurutku itulah kapitalisme abad modern. Buku2 Robert T. Kiyosaki, dkk menurutku akan menciptakan para kapitalis baru yang dapat menjajah sesamanya..

(Sorry agak serius.. mumpung semangat... Sekali lagi kita diskusi ya..)
Semua pengalaman yang ditulis mrp pengalaman orang berhasil, bahkan katanya usahanya mulai dari nol, dsb. Memang semuanya bicara peluang dan kesempatan. Tapi yg pasti tidak ada kesempatan buat orang kecil, yang lemah, yang modalnya terbatas, dll. Mungkin sangat beruntung seorang Sugiarto dari pengasong bisa menjadi CEO Medco (dan jadi menteri walaupun terdepak..). Juga Eka Tjipta Widjaya, Lim Siu Liong, dll. Segelintir orang berhasil, jutaan orang gagal. Menurutku itu keseimbangan hidup. Terus yang nggak berhasil? Yg gila, yg stress, yg bunuh diri karena beban hidup, siapa yg ngurusi? Mosok Menteri Sosial dan Menko Kesra melulu...

Sekali lagi kita sharing ya..
Aku dulu berminat dengan segala teori pada buku2 yg intinya : Cara cepat jadi kaya, Nggak enak jadi orang gajian, dll. Tetapi lama-lama aku tinggalkan..
Aku lebih berminat buku2 pencerahan seperti karangan Gede Prama, Ehma Ainun Nadjib, Mohammad Sobary, Sindhunata, dan ceramah tentang esensi kehidupan seperti Mario Teguh, dll. Hidup ini ternyata enak dan nyaman..., semuanya tergantung bagaimana kita menyikapinya.. Ritme kehidupan sudah ada yang mengatur dan semuanya berjalan seimbang, seimbang dengan segala upaya, kemampuan, niat, bakti dan pasrah kita.. Yang penting peduli sesama dan peka lingkungan.. Itulah yang menjaga kehidupan kita.
(Sorry agak susah dihentikan...)

Sekali lagi ini diskusi fren.. boleh berpendapat berbeda..
Diluar sana jutaan orang berebut lapangan kerja dengan upah UMR. Sementara yang sudah bekerja berusaha mati-matian agar tetap bekerja tidak di-PHK, dan ribuan usaha sangat kecil terancam gulung tikar... Apa yang sudah diperbuat segelintir orang2 kaya dengan aset trilyunan rupiah itu? Rupanya mereka hanya mau berbisnis yang aman untuk melindungi uang dan asetnya...

Kok gak ada ya uang jatuh dari langit? Coba kalo ada.. pasti jutaan orang Indonesia bisa tersenyum bahagia... Bisa sekolah, bisa bekerja dengan hati yang damai...

Sudah ahh.. kepanjangan ya? Maaf ya fren..

Salam

heru

1 comment:

sws said...

kebalikan mbek aku, aku moco buku spiritual dulu, baru tahun-2 terakhir buku motivasi ( demotivasi kali ... ) mungkin merga dhisikan aku sing kenal duwit akeh, ( nyambut gawene dhisikan aku hehe....) terus psoting boz, saling tuakr pikiran