Thursday, December 4, 2008

MAAFKAN AYAH, ANAKKU.......

Bagi yang setiap hari bisa ketemu dengan putra-putrinya..., jangan meremehkan ternyata bidadari2 kecil kita punya perasaan.

"Ma'afkan ayah anakku..."
Sebuah kisah yang harus kita ketahui bersama untuk dapat diperhatikan...
Ini ada bahan untuk bahan renungan bagi kita semua yang barangkali ada 
yang kelupaan pada kata yang satu ini, yaitu : MA'AF.
Jam sudah menunjukkan angka sebelas ketika aku duduk merebahkan diri 
di ruang tengah. Tentu saja istri dan anakku Aisyah sudah tertidur 
lelap. Tapi kenapa pintu kamar Aisyah masih terbuka? Aku tertegun saat 
berdiri di depan pintu kamar Aisyah. Aisyah tertidur di meja 
belajarnya ditangan kanannya masih memegang pinsil dan sepertinya ia 
menulis sesuatu di buku tulisnya dan ada segelas kopi.
"Tumben anak ini minum kopi," pikirku.
Kuangkat dia ketempat tidur. Kubereskan meja belajarnya yang 
berantakan, namun sebelum aku menutup buku tulisnya aku ingin melihat 
apa yang ditulis Aisyah. Aku tertegun sejenak saat membaca 
tulisan-tulisannya, ternyata semuanya cerita tentang diriku. Sampai 
akhirnya aku membaca 3 lembaran terakhir yang sangat menyentuh hatiku.
Di lembaran pertama dia menulis : "Hari ini ayah tidak jadi menemaniku 
ke toko buku, mungkin ayah tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Aku 
mengerti dengan kesibukanmu ayah."
Aku jadi ingat beberapa minggu yang lalu Aisyah mengajakku ke toko 
buku, aku ingat sekali gaya bicaranya yang polos.
"Ayah nanti sore ada kegiatan nggak sih," sapa Aisyah saat aku akan 
pergi kerja.
"Ada apa sayang," jawabku.
"Ayah mau nggak menemani Aisyah ke toko buku?"
"Kalau ayah nggak sibuk nanti sore akan ayah usahakan menemani kamu yach".
"Terima kasih, ayah," ucap Aisyah dengan wajah yang sangat gembira 
sambil mencium pipiku.
Aku tersenyum melihat tingkahnya yang lucu dan menggemaskan.
Di lembaran kedua dia menulis : "Hari ini ayah tidak jadi lagi 
menemaniku ke toko kaset, padahal aku ingin sekali mendengar lagunya 
Sulis dan memutarnya di kamarku saat aku sedang sendiri agar aku tidak 
merasa sunyi. Sebenarnya aku mau ngajak ibu tapi aku ingin sekali 
ditemani ayah. Tapi lagi-lagi ayah sibuk".
Dan aku ingat lagi kalau Aisyah memang pernah mengajakku menemaninya 
membeli kaset.
Kalau dia ingin mengajakku dia selalu bicara seperti ini, "Ayah nanti 
sore sibuk nggak atau Ayah nanti sore ada kegiatan?"
Bahasa yang sopan sekali menurutku sehingga aku tidak bisa untuk 
mengatakan tidak walaupun terkadang aku tidak bisa memenuhi 
keinginannya.
Di lembaran terakhir dia menulis : "Hari ini dan untuk kesekian 
kalinya ayah tidak bisa menemaniku. Tadi aku mengajak ayah ke pasar 
malam padahal ini kan hari terakhir ada pasar malam di komplekku dan 
aku udah janji sama Pak Mamat kalau aku akan membeli boneka yang 
ditawarkan tadi sore saat pak Mamat lewat depan rumahku, aku katakan 
pada pak Mamat kalau aku akan pergi bersama ayah ke pasar malam dan 
aku akan membeli boneka pak Mamat. Karena ayah masih belum pulang 
pasti pak Mamat sudah menjualnya. Pak Mamat maafkan Aisyah yah. Besok 
pagi akan Aisyah tunggu di depan rumah dan minta maaf pada pak Mamat 
kalau Aisyah tidak bisa pergi ke pasar malam. Kali ini Aisyah yang 
akan duluan meminta maaf, biasanya kan pak Mamat selalu minta maaf 
kalau sudah melihatku di depan rumah menanti majalah yang kupesan. Dia 
selalu bilang, 'maaf yah neng, pak Mamat terlambat'. Padahal menurutku 
pak Mamat nggak terlambat hanya aku yang terlalu cepat menunggunya. 
Begitu melihatku sudah menunggu dia mengayuh sepedanya lebih cepat 
lagi. Saat kutanya kenapa sih pak Mamat selalu minta maaf padahal pak 
Mamat kan nggak punya salah pada Aisyah. 'Iya neng, Pak Mamat tidak 
ingin mengecewakan neng Aisyah kemaren kan sudah bilang kalau pak 
Mamat nganterin pesanan neng Aisyah pagi-pagi sebelum neng pergi 
kesekolah. Coba kalau pak Mamat datangnya kesiangan pasti neng kecewa, 
pak Mamat nggak ingin neng, ngecewakan orang karena kekecewaan itu 
akan menimbulkan luka di hati. Dan susah neng untuk menyembuhkannya 
kecuali kita minta maaf dengan tulus pada orang yang telah kita 
kecewakan'. Aku jadi ingat sama ayah, ayah tidak pernah mengucapkan 
maaf padaku, atau mungkin karena ayah menganggapku masih kecil atau 
ah, aku tidak mau berprasangka buruk terhadap ayah. Walaupun 
sebenarnya aku sangat kecewa dengan ayah tapi aku tidak ingin 
menyimpan kekecewaan itu didalam hati. Bahkan hatiku selalu terbuka 
untuk kata maaf ayah".
Aku menangis membaca tulisan Aisyah, kudekati Aisyah di pembaringan 
sambil kupandangi wajahnya yang polos. Aisyah anakku sayang maafkan 
ayah, ternyata kau punya hati emas. Aku memang tidak pernah minta maaf 
pada Aisyah atas janji-janji yang tidak pernah kupenuhi padanya. Dan 
aku selalu menganggapnya dia sudah melupakannya begitu melihatnya 
dipagi hari wajahnya begitu cerah dan selalu tersenyum. Dan ternyata 
dia masih mengingatnya dalam tulisan-tulisannya. Ah, entah sudah 
berapa banyak goresan rasa kecewa yang ada dihatimu andai kau tidak 
memaafkan ayah. Aisyah, ayah akan menunggumu sampai terbangun untuk 
meminta maafmu.
---Untuk anakku tersayang Aisyah---
 
Salam manies......... sekali, akhirnya hari kamis berakhir juga.........
------- Ted ---------------


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Transmisi ini mungkin berisi informasi yang bersifat pribadi, rahasia dan tertutup untuk
dipublikasikan berdasarkan Hukum dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di
wilayah Republik Indonesia. Jika Anda bukanlah penerima yang dituju, bersama ini Anda
diperingatkan bahwa semua publikasi, penggandaan, pendistribusian, atau penggunaan
informasi yang ada disini (berikut semua informasi yang terkait) adalah SANGAT
TERLARANG. Jika Anda menerima transmisi ini tanpa disengaja, harap segera hubungi
pengirim dan hapus material ini seluruhnya, baik dalam bentuk elektronik maupun
dokumen cetak. Terima kasih."
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

1 comment:

Anonymous said...

hari kamis berakhir juga.. siap lepas landas.. sudah diservis belum? jangan2 gak bisa mendarat.. hahaha..