Tidak terasa (kerasa ga sih?) ternyata usia kita sdh tidak muda lagi. (Kalau jeng rini, katanya sih masih 17 tahunan gitcu). Rata2 dari kita telah berusia 37 - 38 th dan sdh mempunyai beberapa buntut, ada yg baru 1, 2 atau bahkan sdh ada yg lebih dari 2 ( telu atau mungkin papat). Tentunya kita sbg orang tua hrs bertanggung jawab utk memenuhi segala kebutuhan buntut2 kita, terutama masalah sekolah dan kesehatan. Kita tahu saat ini biaya sekolah dan kesehatan sdh sangat luar biasa sekali dan banget mahalnya. Beda jaman kita kuliah dulu 1,5 juta sdh sampai lulus jadi sarjana (kecuali om gembong gratis tis tis dan malah dpt sangu 35 rb). Apakah kita sdh mempersiapkan utk anak2 kita? Sdh cukupkah tabungan kita?
Asuransi pendidikan? Kmrn aku coba buka asuransi pendidikan 50 jt buat si kecilku, dgn masa pertanggungan 18 th, krn tak bayar sekaligus preminya hanya bayar 39,1 jt, konon 18 th yad total jd 105 jt. Tapi apalah arti 105 jt 18 th yad? Lha wong skr aja masuk Fak Kedokteran UGM bayar ratusan jt (katanya sih sampe 180 jt)? Brp yg hrs kita keluarkan 18 th yad? 500 jt atau bahkan 1 M, untuk masuk kuliah, untuk 1 anak, kalau 2, 3 anak, pinten Bpk2 dan Ibu2?
Blm kesehatan, di jogja sekali ke dokter byr 50 rb, blm obatnya dsb, bisa hbs 200 - 300 rb.
Mungkin dari teman2 ada pengalaman yg mungkin bs membantu, minimal buat persiapan buat anak2 kita?
Apa yg hrs kita siapkan? Masak ya kita harus jual rumah utk masukkan anak kita kuliah? Itu kalau cukup? Kalau ga? Jual celana kah? He3x. Maklumlah beberapa dari kita adalah "Orang Gajian" yang terimanya pasti, kalau ga tgl 1 ya 25, dengan jumlah yg pasti pula. Beda kalau pengusaha, bisa kurang tetapi sering lebihnya. Lha kados pundi cara mensiasatinya?
Mdh2an ada kawan2 kita yg bs sharing di sini..... Mungkin sdh punya pengalaman atau pun baru rencana.....
Monggo, mdh2an mboten kebaratan untuk berbagi.........
Salam hangat......
Ted..........
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Transmisi ini mungkin berisi informasi yang bersifat pribadi, rahasia dan tertutup untuk
dipublikasikan berdasarkan Hukum dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di
wilayah Republik Indonesia. Jika Anda bukanlah penerima yang dituju, bersama ini Anda
diperingatkan bahwa semua publikasi, penggandaan, pendistribusian, atau penggunaan
informasi yang ada disini (berikut semua informasi yang terkait) adalah SANGAT
TERLARANG. Jika Anda menerima transmisi ini tanpa disengaja, harap segera hubungi
pengirim dan hapus material ini seluruhnya, baik dalam bentuk elektronik maupun
dokumen cetak. Terima kasih."
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
3 comments:
Bung Tedjo..aku dulu pernah juga ambil asuransi pendidikan tapi aku batalkan dengan kondisi ekonomi yang tidak menentu..
Mungkin sebagai salah satu cara, kita invest ke property saja bisa tanah, rumah, atau bangunan lain sebagai tabungan untuk pendidikan mereka nanti..karena dari pengalaman harga property semakin lama semakin naik..kalaupun perlu nanti tinggal kita jual, sekaligus bisa menghasilkan uang to mis. dikontrakkan/dibudadayakan lah pokoknya selama belum kita perlukan..
Itu sekedar masukan lho bos..50 juta bisa dapat 1 rumah di Jogja to?
Pasti untuk anak2 kita nanti ada aja jalannya masing2... jadi jangan terlalu takut..
Untuk investasi dan asuransi aku sarankan kita pasang... karena kita tidak tau resiko yg akan datang kepada kita.. apalagi kita hanya single income..
Setuju?
Itulah masalahnya, 50 jt dijogja cuma dapet tralis, pager sama canopy. Minimal 250 jt br dpt rumah layak huni dan marketable, itupun jualnya jg tdk semudah membalikkan tangan meski marketable.
Sebenarnya mmg benar kata bung admin, bahwa urusan RT & anak2 tdk bs dihitng scr matematika. Kadang 2 + 2 tidak sm dgn 4. Jlnnya bs dr mn saja, asal tdk dr mertua he3x.
Mbuh lah jalani wae.... meski cukup cape deeeee
Post a Comment